Langsung ke konten utama

Don't Judge the Book from the Cover


Jadi gini, gue dan temen-temen sedang melakukan danus (dana usaha) dalam rangka ngumpulin uang buat ngadain acara kita, SASTRAVAGANZA 2018, yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 April 2018 ini. Jadi, waktu hari Rabu, gue dan temen-temen jualan produknya di Alun-alun Purwokerto dari setelah isya sampe sekitar jam setengah 11an. Kita nawarin ke orang-orang yang ada disana, ada yang mau, ada yang engga. Gapapa, namanya juga jualan.

Suatu ketika, kita nawarin ke kelompok yang isinya laki-laki semua, dan ternyata mereka adalah 'anak-anak jalanan' bisa dibilang juga kind of para pengamen jalanan. Awalnya, pas pertama nyoba nyamperin, kita malah kek dicandain doang. Akhirnya, karena mereka cuma nyandain doang, kita bilang “Makasih” lalu kita pergi meninggalkan mereka. Terus, kita jalan tuh cari orang-orang yang lain.

Sekitar jam 10an malem, kita berkumpul di meeting point yang sama, lalu menghitung hasil penjualan. Tiba-tiba, 5 dari belasan anak-anak jalanan itu nyamperin kita dan bilang “Mba, kita beli lah satu”. Dan mereka akhirnya beli keripiknya satu bungkus, dengan uang receh patungan bareng sama temen-temen mereka. Gue dalem hati bilang bahwa mereka itu orang baik. Mereka solid banget. Sampe mau beli keripik sebungkus harga 18k, mereka patungan. Mereka juga berniat buat bantuin kita. Sayangnya, waktu itu sudah malam, dan sudah lumayan sepi.

Gasalah lagi apa yang dikatain mama ke gue. Anak-anak jalanan itu walopun mereka tampangnya sangar, mereka juga hatinya mah ‘pink’. Dan gue mengalami sendiri, mereka itu orang-orang baik. Malahan sampe mereka nawarin ke kita, buat ngebantuin kita jualan di sekeliling sini. Mama bilang, malahan orang yang berdasi itu bisa lebih menakutkan dibanding anak-anak jalanan yang ‘ga rapih’.

Jadi, don’t judge the book from the cover, guys. Belum tentu yang compang-camping itu lebih jahat, malah terkadang yang berdasi itu malah bisa berniat lebih jahat ke kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehat Adalah Hasil Dari Ketaatanmu

Ini semua berawal dari hasil diskusi sama temen aku; Auliya. Kita emang lagi sama-sama mengubah pola hidup yang lebih sehat. Awalnya emang udah sempet tahu sama dr. Zaidul Akbar, tapi belom ngikutin tips tips nya karna belom siap karna kek aneh-aneh banget tipsnya:( kayak bakalan engga suka gitu.  Akhirnya, terketuk hati buat belajar Jurus Sehat Rasulullah atau thibbunabawi yg dipake dr.Zaidul Akbar untuk menyembuhkan pasien-pasiennya. But anyway, siapa dr.Zaidul Akbar? Dan apasih JSR itu? dr. Zaidul Akbar adalah seorang dokter dan beliau juga aktif sebagai healthy influencer lewat instagram dan sosial media lainnya. Beliau suka banget ngajak kita semua untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola makan yg dianjurkan oleh Rasulullah dengan menggunakan produk produknya Allah. Gacuma makanan alami yg dianjurkan, tapi juga minuman-minuman alami pun diajarkan dan dianjurkan oleh beliau sesuai dengan Al-Quran. Bagiku, menerapkan pola hidup sehat juga berarti meminimalisir sakit di...

Happy

Everybody wants to be happy.  People said that when you are happy, you are grateful. But for me myself, it’s not the formula for being happy. It’s not happiness that make us grateful. It’s gratefulness that makes us happy. In my opinion, people who have everything doesn’t mean they are happy, sometimes they want something else or they want something more of the same. And we all know people who have lots of misfortune but they are deeply happy. Why? Because they are grateful. So, I think, happy can’t be measured. Everybody has their opinions what happy is.  Generally, happy means expressing pleasure and so many things that can make us happy, right? For example, when you got something from your beloved one, when your parents give you money, you will feel happy, right? However, those are mean nothing if you do not have time. For example, when your parents give you some money for buying some clothes, but you do not have much time to go shopping, so you can not buy it....

KKN di Malaysia

Alhamdulillah di tahun ini gua mendapatkan kesempatan untuk mengikuti International Community Service (re: KKN) di Kuala Lumpur bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Anyway, apa sih International Community Service? International Community Service itu salah satu kegiatan kampus gua in which setiap mahasiswa harus mengikutinya karna itu menjadi salah satu syarat kelulusan. Nah, di kampus gua ini ada 4 macam KKN; KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Kebencanaan dan KKN Internasional. Nah, yang gua ikutin kali ini adalah KKN Internasional dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang. Tahun ini kampus gua bermitra dengan PCIM Malaysia. Nah, terus kita tuh ngapain aja sih disana? Konsepnya adalah take and give. Jadi, kita bikin program untuk masyarakat disana dan dari PCIM sendiri membuat program untuk kita. For further information, yuk simak cerita 27 hari gua di Malaysia hehehe. But anyway, it will be very long writing, but I hope it will give you so much information. Fir...