Langsung ke konten utama

Untukmu Yang Tak Sedang Dalam Pelukan



Tak terasa hari demi hari kita lewati bersama. 7 tahun lamanya. 
 
Berterimakasihlah kepada manusia, karena dewasa ini manusia telah banyak berinovasi membantu kita yang sedang berjarak; bukan berjarak hatinya, tapi raganya. 

Kau, 

Kau yang selalu indah membuka obrolan dengan sapaan pagi yang menaikkan semangatku ketika aku terbangun dipagi hari. Kau membuat hariku penuh warna. Dan juga kau yang selalu luar biasa menutup obrolan malam dengan sapaan malammu juga doamu. 

Tak sabar untuk melihat keadaanmu sekarang ini. 

Nanti ketika kita beretemu, jangan lupa ceritakan semua tentang apa yang sudah terjadi ketika aku tak disampingmu ya. Karna aku ingin tahu. Karna mendengar ceritamu adalah hal yang asyik untuk aku dengarkan ketika kita bertemu setelah lama tak bersua. Jangan malu-malu juga hanya karna sudah lama tak bertemu; tenang saja, aku tidak akan menggigitmu. Bawa canda tawamu ketika nanti kita bertemu ya. Aku rindu hal-hal menggelitik yang biasa kau lakukan ketika kau disampingku. 

Duh aku tak sabar.

Tak sabar ingin melihat senyumanmu. Tak sabar melihat matamu yang kecil. Tak sabar ingin mendengarkan ceritamu. Tak sabar ingin bersenda gurau denganmu. Tak sabar untuk memiliki obrolan yang asyik denganmu. Tak sabar ... tak sabar ... aku tak sabar... 

Aku harap ketika kita bertemu, tak ada yang berubah darimu ya. Tetap menjadi manusia yang gagah tapi tetap kau rendahkan hatimu. Tetap menjadi manusia yang indah karena akhlaqmu. Tetap menjadi manusia yang mengagumkan karena apa adanya engkau. Karna kau luar biasa karena dirimu sendiri.

Untukmu wahai 245km ku,
Aku rindu kamu. Rindu serindu-rindunya. 

Mereka bilang, cinta gagal karena keraguan bukan karena jarak. Jadi, yakinkan. Tak usah khawatirkan aku; aku baik-baik saja dan aku harap kaupun sama baiknya seperti ku. Dan ku ucapan terimakasihku karna kau telah berlari-lari mengelilingi pikiranku malam ini, membuatku tersenyum sendiri karena canda tawamu yang sangat menggelitik di pikiranku. Terimakasih telah membuatku gila. Terimakasih. 

Sampai ketemu nanti ya, sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehat Adalah Hasil Dari Ketaatanmu

Ini semua berawal dari hasil diskusi sama temen aku; Auliya. Kita emang lagi sama-sama mengubah pola hidup yang lebih sehat. Awalnya emang udah sempet tahu sama dr. Zaidul Akbar, tapi belom ngikutin tips tips nya karna belom siap karna kek aneh-aneh banget tipsnya:( kayak bakalan engga suka gitu.  Akhirnya, terketuk hati buat belajar Jurus Sehat Rasulullah atau thibbunabawi yg dipake dr.Zaidul Akbar untuk menyembuhkan pasien-pasiennya. But anyway, siapa dr.Zaidul Akbar? Dan apasih JSR itu? dr. Zaidul Akbar adalah seorang dokter dan beliau juga aktif sebagai healthy influencer lewat instagram dan sosial media lainnya. Beliau suka banget ngajak kita semua untuk selalu menjaga kesehatan dengan pola makan yg dianjurkan oleh Rasulullah dengan menggunakan produk produknya Allah. Gacuma makanan alami yg dianjurkan, tapi juga minuman-minuman alami pun diajarkan dan dianjurkan oleh beliau sesuai dengan Al-Quran. Bagiku, menerapkan pola hidup sehat juga berarti meminimalisir sakit di...

Happy

Everybody wants to be happy.  People said that when you are happy, you are grateful. But for me myself, it’s not the formula for being happy. It’s not happiness that make us grateful. It’s gratefulness that makes us happy. In my opinion, people who have everything doesn’t mean they are happy, sometimes they want something else or they want something more of the same. And we all know people who have lots of misfortune but they are deeply happy. Why? Because they are grateful. So, I think, happy can’t be measured. Everybody has their opinions what happy is.  Generally, happy means expressing pleasure and so many things that can make us happy, right? For example, when you got something from your beloved one, when your parents give you money, you will feel happy, right? However, those are mean nothing if you do not have time. For example, when your parents give you some money for buying some clothes, but you do not have much time to go shopping, so you can not buy it....

KKN di Malaysia

Alhamdulillah di tahun ini gua mendapatkan kesempatan untuk mengikuti International Community Service (re: KKN) di Kuala Lumpur bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Anyway, apa sih International Community Service? International Community Service itu salah satu kegiatan kampus gua in which setiap mahasiswa harus mengikutinya karna itu menjadi salah satu syarat kelulusan. Nah, di kampus gua ini ada 4 macam KKN; KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Kebencanaan dan KKN Internasional. Nah, yang gua ikutin kali ini adalah KKN Internasional dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang. Tahun ini kampus gua bermitra dengan PCIM Malaysia. Nah, terus kita tuh ngapain aja sih disana? Konsepnya adalah take and give. Jadi, kita bikin program untuk masyarakat disana dan dari PCIM sendiri membuat program untuk kita. For further information, yuk simak cerita 27 hari gua di Malaysia hehehe. But anyway, it will be very long writing, but I hope it will give you so much information. Fir...