Di tengah perjalanan menuju kampus, aku melewati lampu merah pertama
dekat rumahku dan ternyata aku melihat sesuatu, sangat menyentuh hati.
Ketika aku melihat diriku yang aman dari basahnya air hujan, aku
melihat seorang ibu sedang mengantar anaknya menuju sekolah dengan
mendorong sepeda dan anaknya duduk di sepeda itu sambil memegangi payung
untuk melindungi dirinya dan ibunya dari derasnya hujan.
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, kawan?
Alhamdulillah.
Kawan, ternyata diluar sana masih banyak orang yang harus bertarung
dengan derasnya hujan demi anaknya. Diluar sana masih ada orang yang
harus bertarung dengan derasnya hujan demi mengikuti pelajaran di
sekolahnya. Betapa aku ingin menitihkan air mataku pada saat itu. Ingin
sekali aku memberhentikan mama untuk menyampingkan mobilnya dan berhenti
untuk mengajak anak itu untuk diantari ke sekolahnya.
Tibatiba…
Mama mengehentikan mobilnya ke sebelah kiri dan menunggu ibu itu yang
sedang mendorong sepedanya untuk melewati kaca mobil mamaku. Ketika itu
langsung, mamaku langsung membuka kaca jendela mobil, lalu berkata
‘ibu, anaknya saya anterin aja, kebetulan saya mau nganterin anak saya
juga ke arah yang sama’. Ya allah, ternyata mamaku berfikir hal yang
sama denganku. Akhirnya, diantarlah anak itu ke sekolahnya.
Apa yang dapat kita ambil dari ceritaku tadi?
Pertama, temen temen, jangan lupa bersyukur sama apa yang telah allah
kasih buat kalian ya. Kedua, pekalah terhadap sekitar, karena masih
banyak orang yang membutuhkan bantuan kita. Ketiga, tetep semangat untuk
menuntut ilmu ya. Ingat, kita itu sedang berjihad di dunia ini.
Ingatlah bahwa hidup hanya sekali, gunakanlah sebaik baiknya.
Semoga ceritaku bisa menjadi muhasabah diri untuk kita semua ya.
Komentar
Posting Komentar